Lurah Condongcaur Reno Candra Sangaji didampingi Dosen IP STPMD Yogyakarta Heri Purnomo beserta Carik dan Pamong foto bersama di sela perkuliahan.
SLEMAN, jogja.expost.co.id - Mahasiswa S1 Program Studi Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) "APMD" Yogyakarta melaksanakan kuliah di luar kelas (outclass) bertempat di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Selasa (16/12/2025) pagi. Selain mendapat teori dari Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji langsung, mahasiswa juga melihat langsung pelayanan Semanis Madu atau Selasa Melayani Semua, Mudah dan Terpadu.
Sebelum mengikuti pemaparan materi dari Lurah dan Pamong Kalurahan Condongcatur, 31 Mahasiswa Ilmu Pemerintahan tersebut melakukan pengamatan dan observasi langsung pada layanan Selasa Bersama "Semanis Madu" dengan malakukan wawancara langung seperti dengan Petugas Ditlantas Polda DIY, Samsat Sleman, Ombudsman, LBH SIKAP Yogyakarta, BNN Sleman dan Bank Slenan yang sedang melakukan layanan publik bersama di Komplek Kalurahan Condongcatur.
Dosen Pengampu Kuliah Outclaas STPMD "APMD" Yogyakarta Heri Purnomo dalam pengantarnya menjelaskan bahwa dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui proses belajar mengajar di Prodi Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD” Yogyakarta khususnya pada mata kuliah Pelayanan Sektor Publik diadakan pembelajaran kuliah di luar Kampus dengan kunjungan saat Layanan Publik Semanis Madu Condongcatur.
"Tujuan kuliah outclass di antaranya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam layanan publik prima dan dapat meningkatkan kerjasama antara Kampus, Pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas layanan publik," katanya.
Seorang mahasiswa tengah berdialog dengan Lurah Condongcatur.
Dalam kesempatan tersebut, Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji memaparkan secara langsung praktik penyelenggaraan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kalurahan Condongcatur. Mulai dari prinsip dasar pelayanan, inovasi kebijakan, hingga komitmen aparatur kalurahan dalam memberikan layanan yang cepat, ramah, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat.
Salah satu materi utama yang disampaikan adalah inovasi pelayanan “Semanis Madu” atau Selasa Melayani Semua, Mudah dan Terpadu. Yakni sebuah layanan publik setiap hari Selasa dari Dinas dan berbagai instansi lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji memaparkan secara langsung praktik penyelenggaraan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kalurahan Condongcatur. Mulai dari prinsip dasar pelayanan, inovasi kebijakan, hingga komitmen aparatur kalurahan dalam memberikan layanan yang cepat, ramah, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat.
Salah satu materi utama yang disampaikan adalah inovasi pelayanan “Semanis Madu” atau Selasa Melayani Semua, Mudah dan Terpadu. Yakni sebuah layanan publik setiap hari Selasa dari Dinas dan berbagai instansi lainnya.
Seperti layanan perpanjangan SIM dari Ditlantas Polda DIY, layanan perpanjangan STNK dari Samsat Sleman, BNN Merapat, Konsultasi Hukum LBH SIKAP Yogyakarta, Ombudsman On The Spot, UMP’45 Goes To Kalurahan Condongcatur, Bank Sleman, BUS ATM Bank BPD DIY, BPJS Kesehatan, Service Motor dari Ahass dan lainnya.
Petugas dari SAMSAT Sleman saat melayani pertanyaan mahasiswa.
Program ini, lanjut Reno, dirancang sebagai bentuk pendekatan humanis Pemerintah Kalurahan Condongcatur kepada warga. Menurutnya, dengan menghadirkan berbagai layanan dalam satu waktu dan satu tempat, serta membuka ruang dialog langsung antara masyarakat dan penyelenggara pemerintahan.
"Melalui program Semanis Madu, masyarakat tidak hanya memperoleh layanan administrasi, tetapi juga mendapatkan pendampingan, konsultasi, serta solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi. Program ini melibatkan kolaborasi lintas instansi dan telah mendapatkan respons positif dari masyarakat, bahkan menjadi rujukan praktik baik pelayanan publik yang dapat ditelusuri melalui berbagai pemberitaan dan media online,” jelasnya.
Kuliah tamu ini menjadi sarana pembelajaran konstekstual bagi mahasiswa, karena materi yang disampaikan berbasis pengalaman nyata penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kalurahan.
Diharapkan, mahasiswa memperoleh gambaran konkret mengenai bagaimana teori pelayanan publik diimplementasikan secara langsung dalam praktik pemerintahan desa/kalurahan yang inovatif dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (Wasana)
Editor : Mukhlisin Mustofa/Red
Program ini, lanjut Reno, dirancang sebagai bentuk pendekatan humanis Pemerintah Kalurahan Condongcatur kepada warga. Menurutnya, dengan menghadirkan berbagai layanan dalam satu waktu dan satu tempat, serta membuka ruang dialog langsung antara masyarakat dan penyelenggara pemerintahan.
"Melalui program Semanis Madu, masyarakat tidak hanya memperoleh layanan administrasi, tetapi juga mendapatkan pendampingan, konsultasi, serta solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi. Program ini melibatkan kolaborasi lintas instansi dan telah mendapatkan respons positif dari masyarakat, bahkan menjadi rujukan praktik baik pelayanan publik yang dapat ditelusuri melalui berbagai pemberitaan dan media online,” jelasnya.
Kuliah tamu ini menjadi sarana pembelajaran konstekstual bagi mahasiswa, karena materi yang disampaikan berbasis pengalaman nyata penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kalurahan.
Diharapkan, mahasiswa memperoleh gambaran konkret mengenai bagaimana teori pelayanan publik diimplementasikan secara langsung dalam praktik pemerintahan desa/kalurahan yang inovatif dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (Wasana)
Editor : Mukhlisin Mustofa/Red


Social Header