Breaking News

Tumbuhkan Jiwa Wirausaha Anggota, Pengurus TKA-TPA Rayon Ngemplak Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Peserta pelatihan kewirausahaan foto bersama.


SLEMAN, jogja.expost.co.id - Dinamika dan dunia usaha terus berkembang. Guna menumbuhkan jiwa wirausaha anggota, pengurus TKA-TPA Rayon Ngemplak menggelar pelatihan kewirausahaan, Ahad (14/12/2025). Bertempat di Masjid Al Hidayah Jl. Kaliurang Km 14,5 Kimpulan Umbulmartani Ngemplak Sleman.

Sebelum pelatihan dimulai, kegiatan diawali dengan tadarus bersama yang dipandu ustaz Rahmad RIyadi sekaligus memandu persiapan agenda Rapat Kerja Tahun 2026. Dengan mengambil tema Identifikasi Peluang Usaha dan Menyusun Rencana atau Manajemen Usaha, pelatihan ini diikuti oleh puluhan ustaz-ustazah utusan dari Unit TKA-TPA se Kapanewon Ngemplak dengan menggandeng UD Sumber Hasil Bumi Klewonan Bimomartani Ngemplak Sleman.

Turut hadir Ketua Umum Badko TKA-TPA Rayon Ngemplak, Joko Sutanto sekaligus membuka acara Pelatihan Kewirausahaan. Ia berharap pelatihan menjadi wahana untuk memperkuat kompetensi dan keterampilan berwirausaha. Selain bisa mandiri juga membuka peluang kerja bagi orang lain.

“Di sisi lain kegiatan pelatihan kewirausahaan ini sebagai penutup dari seluruh rangkaian program kerja Badko TKA-TPA Rayon Ngemplak yang telah dilaksanakan di Tahun 2025,“ terang Joko Sutanto.

Pemateri sedang memberikan pemaparan.

Koordinator Biro Usaha dan Kesejahteraan Badko TKA-TPA Rayon Ngemplak, ustaz Dumadi. Dia menyampaikan bahwa acara ini digelar selain sebagai ajang silaturahmi juga untuk memberikan pengetahuan dasar tentang wawasan kewirausahaan.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya  menghadirkan Ketua Forum Komunikasi UMKM Kapanewon Ngemplak ustaz Muhammad Abrar sebagai narasumber.

Diketahui, Muhammad Abrar merupakan pemilik brand CEO OF RAKUMA (Rajanya Olahan Kurma), praktisi UMKM ekonomi kreatif dan Duta HKI Kementerian Ekonomi Kreatif.

Menurut Muhammad Abrar, Mengapa penting memiliki usaha? Karena usaha membuka banyak pintu rezeki. Meningkatkan kemandirian ekonomi. Menopang keberlanjutan kegiatan TKA-TPA. Membuka lapangan pekerjaan di sekitar lingkungan. Menambah nilai manfaat bagi umat.

Selanjutnya untuk Identifikasi peluang usaha yaitu sumber peluang usaha di antaranya dari diri sendiri, lingkungan, masalah di masyarakat dan trend pasar.

Suasana peserta pelatihan kewirausahaan.

Serta Metode Identfikasi peluang usaha dengan menggunakan analsis SWOT (Strength/Skill, Weakness/Keterbatasan modal, Opportunity/Banyak jamaah, Threat/Persaingan) dan observasi lingkungan sekitar meliputi apa kebutuhan jamaah, produk apa yang sering dicari dan event apa yang bisa dijadikan ruang usaha.

Lebih lanjut, ia menyampaikan ide peluang usaha meliputi: Produk makanan dan minuman (olahan pangan lokal, catering, minuman herbal); Produk Pendidikan (buku Iqro’ custom, kartu hafalan, bimbingan mengaji privat); Usaha berbasis komunitas masjid (koperasi jamaah, toko perlengkapan ibadah) dan usaha digital (konten dakwah, design flyer kajian, penjualan E-Book).

“Keberhasilan produk baru terletak pada kombinasi antara kreativitas, pemanfaatan sumber daya lokal, riset pasar yang cermat, dan strategi pemasaran yang tepat. Produk lokal tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi identitas dan kebanggaan,” terang ustaz Muhammad Abrar.

Pelatihan kewirausahaan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun jiwa wirausaha yang kreatif dan inovatif. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini, peserta didorong untuk tidak ragu dalam memulai perjalanan berwirausaha.

Peserta diharapkan dapat memulai usaha mereka sendiri dan berkontribusi pada perekonomian. Dalam dunia yang terus berubah, kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi adalah kunci kesuksesan sebagai seorang wirausahawan. (*)


Editor : Mukhlisin Mustofa/Red
© Copyright 2022 - jogja.expost.co.id