Breaking News

Bukan Sekadar Siaga, Relawan Condongcatur Belajar Menyelamatkan Nyawa dan Mengurangi Risiko Bencana

Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan Satuan Tugas (Satgas) Kebencanaan melalui pembinaan dan studi orientasi

Jogja.Expost.co.id. Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperkuat kapasitas Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan Satuan Tugas (Satgas) Kebencanaan melalui pembinaan dan studi orientasi di Jawa Barat pada 16 - 18 Oktober 2026.

Kegiatan yang diikuti 120 peserta tersebut memadukan pembekalan pertolongan kegawatdaruratan, penguatan kedisiplinan dan jiwa korsa, serta pembelajaran pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat melalui kunjungan ke Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.

Rombongan berangkat dari Kantor Kalurahan Condongcatur pada Jumat (16/10/2026) malam menggunakan tiga bus pariwisata. Pembinaan dilaksanakan di kawasan Sari Ater Resort, Subang, pada Sabtu (17/10/2026), sebelum dilanjutkan dengan studi orientasi ke Pemerintah Desa Ciater.

Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Condongcatur, Budi Arto, S.IP., M.AP., menegaskan bahwa peningkatan kapasitas Satlinmas dan Satgas Kebencanaan merupakan bagian dari upaya pemerintah kalurahan membangun sistem perlindungan masyarakat yang tanggap, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

*“Melalui pembinaan ini, kami berharap pengetahuan dan wawasan anggota Satlinmas, Satgas Kebencanaan, serta lembaga kemasyarakatan semakin meningkat, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, kesiapsiagaan, dan mengurangi risiko bencana,”* ujarnya

Budi Arto juga menekankan pentingnya kedisiplinan, kekompakan, keikhlasan dalam pengabdian, serta kolaborasi dengan TNI-Polri untuk menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu, Panewu Depok Rakhmat Harinawan, S.Sos., M.Si. mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kewaspadaan dini dan kesiapan personel menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan maupun kebencanaan.

Menurutnya, Satlinmas dan relawan harus memahami tugas serta prosedur koordinasi agar mampu bertindak cepat dan tepat ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Dalam sesi pembekalan, fasilitator Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Condongcatur, Ifiane Nurul Handayani, menyampaikan materi pertolongan awal kegawatdaruratan, termasuk pengenalan resusitasi jantung paru (RJP) atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).

Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pemeriksaan respons korban, pengenalan kondisi darurat, pentingnya menghubungi layanan medis, serta prinsip dasar kompresi dada melalui praktik.

Materi tersebut menjadi bekal penting bagi relawan yang berpotensi menjadi penolong pertama di lokasi kejadian sebelum tenaga medis tiba.

Pembinaan dilanjutkan dengan latihan peraturan baris-berbaris (PBB) dan fisik ringan yang dipandu unsur Babinsa serta Bhabinkamtibmas Condongcatur. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kedisiplinan, konsentrasi, kekompakan, dan kemampuan bekerja dalam satu komando.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan studi orientasi ke Kantor Desa Ciater, Sabtu (17/10/2026), pukul 10.00–12.00 WIB. Rombongan diterima oleh Kepala Seksi Pemerintahan Desa Ciater, Epi Sutaryat, bersama praktisi sekaligus fasilitator Desa Tangguh Bencana (Destana), Johanes Wirasto SW., S.E., M.Mus., dan jajaran relawan setempat.

Dalam pertemuan tersebut, peserta mempelajari pengelolaan kelembagaan kebencanaan, pengorganisasian relawan, pemetaan ancaman, sistem peringatan dini, serta perencanaan evakuasi dan penanggulangan bencana.

Desa Ciater menjadi salah satu rujukan pembelajaran karena memiliki pengalaman dalam mengembangkan ketangguhan masyarakat. Berdasarkan Profil Destana Ciater 2026, desa tersebut memulai penguatan konsep Destana pada September 2019 dan ditetapkan sebagai Destana Utama di Jawa Barat pada 30 Agustus 2022.

Salah satu kekuatan kelembagaannya adalah **Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sangkuriang**, yang menjadi wadah koordinasi pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, dan berbagai unsur dalam merencanakan serta melaksanakan pengurangan risiko bencana.

Desa Ciater juga memiliki 86 personel Tim Reaksi Cepat dan 98 personel Tim Administrasi dan Birokrasi, dengan kompetensi yang mencakup penyelamatan, pertolongan darurat, pemetaan digital, kaji cepat, dan dukungan penanganan pascabencana.

Selain penguatan sumber daya manusia, Desa Ciater menyusun Dokumen Kesiapsiagaan Tahun 2025–2030 yang memuat tujuh bagian perencanaan, mulai dari pengkajian risiko, rencana aksi, sistem peringatan dini inklusif, hingga rencana kontinjensi erupsi Gunung Tangkuban Parahu serta gempa bumi dan tanah longsor.

Dokumen tersebut menjadi contoh penerapan pengurangan risiko bencana secara partisipatif, dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam mengenali ancaman, mengurangi kerentanan, dan mempersiapkan langkah penyelamatan.

Panewu Depok Rakhmat Harinawan menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan kesempatan untuk*ngangsu kawruh atau menimba pengetahuan dari praktik baik yang telah dikembangkan masyarakat Desa Ciater.

*“Kami datang untuk belajar dan berbagi pengalaman. Apa yang telah dilakukan dengan baik di Desa Ciater diharapkan dapat menjadi referensi dan diterapkan sesuai kebutuhan serta karakteristik wilayah Condongcatur,”* ujarnya.

Kunjungan diakhiri dengan penyerahan cenderamata dan oleh-oleh dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur kepada Pemerintah Desa Ciater sebagai ungkapan terima kasih sekaligus simbol persahabatan dan kerja sama antardaerah.

Koordinator FPRB Condongcatur, Sahid Fahrudin, S.IP., mengajak seluruh peserta menindaklanjuti hasil pembinaan melalui peningkatan kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing, terutama menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada musim hujan.

Sahid menekankan pentingnya gotong royong membersihkan saluran air dan gorong-gorong, pemantauan lingkungan, serta pemeriksaan kesiapan peralatan dan logistik kebencanaan.

*“Peralatan yang ada di posko kebencanaan harus dicek kembali. Ketika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat, personel dan perlengkapan harus siap digunakan untuk membantu masyarakat,”* ujarnya.

Sementara itu, Jagabaya Condongcatur sekaligus pelaksana kegiatan, Rudi Antariksawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, narasumber, dan pihak yang mendukung kegiatan.

*“Terima kasih kepada seluruh peserta atas partisipasi aktif, dedikasi, dan semangat pengabdiannya yang luar biasa. Semoga pembinaan ini semakin meningkatkan kesiapsiagaan kita dalam menjaga keamanan dan menghadapi potensi kebencanaan di wilayah Kalurahan Condongcatur,”* kata Rudi.

Kegiatan turut didampingi Bhabinkamtibmas Condongcatur Aiptu Bastian Sapta Adhi, S.H., dan Aipda Bagiyo, serta Babinsa Serda Jati Hari Prayuda. Hadir pula unsur Kapanewon Depok, pamong kalurahan, BPKal, LPMKal, TP PKK, Karang Taruna, dan lembaga kemasyarakatan lainnya.

Melalui pembinaan dan studi orientasi tersebut, Pemerintah Kalurahan Condongcatur berharap Satlinmas dan Satgas Kebencanaan semakin profesional, solid, dan siap menghadapi berbagai keadaan darurat.

*Dengan semangat “Tanggap, Tangguh, Tuntas”, Condongcatur berkomitmen membangun budaya kesiapsiagaan, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan perlindungan masyarakat yang lebih tangguh serta berkelanjutan.*

©️ 2026
© Copyright 2022 - jogja.expost.co.id