Breaking News

Daya Tarik Ngopi di Kopi Merapi Pengunjung Yang Tak Pernah Sepi

Kopi Merapi milik Sumijo di Dusun Petung, Kalurahan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan

Jogja Expost.co.id Yogyakarta tak pernah kehabisan pesona wisata. Selain menawarkan kekayaan budaya dan keindahan alam, Daerah Istimewa Yogyakarta juga memiliki destinasi kuliner yang menghadirkan pengalaman berbeda. Salah satunya Kopi Merapi milik Sumijo di Dusun Petung, Kalurahan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman.

Berada di kawasan lereng Gunung Merapi, kedai ini menjadi tempat singgah bagi pencinta kopi yang ingin menikmati racikan kopi lokal sembari memandang panorama gunung. Suasana alam, udara pegunungan, dan aroma kopi yang menguar menciptakan pengalaman ngopi yang berbeda dari hiruk-pikuk perkotaan.

Daya tarik Kopi Merapi tersebut turut mengundang perhatian sejumlah wartawan yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Kabupaten Sleman. Pada Kamis (8/10/2026), mereka berkunjung untuk melihat langsung usaha kopi yang dikenal masyarakat Yogyakarta hingga luar daerah.

Rombongan diwakili Suharmanto selaku Wakil Ketua II, Danu sebagai sekretaris, Fatmawati sebagai bendahara, serta Nuning dari bidang organisasi, kaderisasi, dan keanggotaan (OKK).

Di warung milik Sumijo, pengunjung dapat memilih dua varian kopi utama, yakni Arabika dan Robusta. Arabika menawarkan karakter rasa yang lebih kompleks dengan kemungkinan nuansa buah, sedangkan Robusta cenderung memiliki rasa lebih kuat, pahit, dan pekat. Keduanya memberikan pilihan bagi penikmat kopi sesuai selera.

Keunikan kopi dari lereng Merapi juga berkaitan dengan lingkungan tumbuh tanaman. Tanah vulkanik menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman kopi, meskipun karakter rasa akhirnya turut ditentukan varietas, proses panen, pengolahan biji, penyangraian, dan teknik penyeduhan.

“Biji kopinya memang dari lereng Merapi, tanah vulkanik. Jadi rasanya khas,” ujar salah satu pengelola kedai.

Bagi Sumijo, Kopi Merapi bukan sekadar usaha menjual minuman. Kedai ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi kopi lokal sekaligus menawarkan pengalaman wisata kuliner di kawasan Cangkringan.

Tren wisata saat ini tidak hanya mengandalkan keindahan tempat, tetapi juga pengalaman yang dirasakan pengunjung. Menikmati kopi sambil menyaksikan lanskap Merapi menjadi perpaduan sederhana yang memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi anak muda, komunitas pencinta kopi, dan wisatawan yang ingin mencari suasana berbeda.

Usaha seperti Kopi Merapi juga berpotensi mendukung perekonomian masyarakat apabila dikembangkan melalui kerja sama dengan petani, pemasok bahan baku, serta pelaku wisata dan kuliner setempat. Menjaga kualitas kopi, kebersihan, pelayanan, dan kelestarian lingkungan menjadi bagian penting agar daya tarik tersebut dapat bertahan.

Kunjungan IWOI Sleman sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat potensi usaha lokal yang layak diperkenalkan lebih luas melalui pemberitaan. Kopi Merapi menunjukkan bahwa produk sederhana dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang menghubungkan cita rasa, alam, dan kehidupan masyarakat setempat.

Dengan kekhasan kopi lokal dan panorama Gunung Merapi sebagai daya tarik, Warung Kopi Merapi milik Sumijo berpeluang menjadi salah satu pilihan tempat singgah bagi wisatawan yang berkunjung ke Cangkringan.

Kopi Merapi, rasanya ngangenin.Menyeruput kopi di sini bukan hanya soal menikmati secangkir minuman, tetapi juga merasakan suasana lereng Merapi dan mengenal potensi lokal yang tumbuh di sekitarnya.Jelas:Sumijo(Tyo)
© Copyright 2022 - jogja.expost.co.id