Breaking News

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, SHG KAK DEWA Condongcatur Jadi Ruang Saling Menguatkan

Kegiatan  Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama pengurus SHG KAK DEWA dan Tim Puskesmas Depok II

Jogja expost.co.id Kelompok swabantu atau Self Help Group (SHG) KAK DEWA Condongcatur memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia dengan memperkuat dukungan pemulihan berbasis masyarakat. Melalui refleksi bersama di Gedung Puskesmas Pembantu Depok II, Gejayan, Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Sabtu 10 Oktober 2026, anggota dan keluarga pendamping berbagi pengalaman sekaligus menyampaikan kebutuhan untuk mendukung kemandirian mereka.

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama pengurus SHG KAK DEWA dan Tim Kesehatan Jiwa Puskesmas Depok II tersebut mempertemukan orang dengan disabilitas psikososial (ODDP), keluarga pendamping, kader kesehatan jiwa, dan tenaga kesehatan.

Pertemuan ini menjadi ruang untuk merefleksikan perjalanan kelompok serta membahas keberlanjutan pendampingan. Aspirasi yang mengemuka mencakup pengembangan keterampilan, fasilitasi Kartu Penyandang Disabilitas (KPD), hingga kesinambungan akses pengobatan.

Psikolog klinis Puskesmas Depok II, Swastika Ayu Normalasari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, memandu refleksi dengan mengajak peserta meninjau perubahan yang dirasakan selama mengikuti kegiatan SHG. Pertemuan rutin, edukasi, dan aktivitas bersama menjadi bagian dari pendampingan untuk membangun kepercayaan diri serta kemampuan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua SHG KAK DEWA, Budiyanto, warga Padukuhan Kentungan, menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam kelompok membantu dirinya memahami kondisi kesehatan jiwa dengan lebih baik. Ia mulai mampu mengenali tanda awal kekambuhan, melakukan langkah pencegahan, dan menjalani aktivitas yang lebih produktif.

*“Bagi saya, SHG KAK DEWA sudah menjadi keluarga kedua. Di sini saya merasa diterima dan mendapat semangat untuk terus menjalani pemulihan serta kembali berperan di masyarakat,”* ujar Budiyanto.

Sekretaris SHG KAK DEWA, Farandhy Fajar, turut menekankan pentingnya menjalani pengobatan secara teratur dan menjaga hubungan dengan komunitas. Selain mengikuti kegiatan SHG, ia berupaya tetap terhubung dengan Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI).

Dalam kesempatan itu, Farandhy berharap anggota yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh pendampingan dalam pengurusan KPD. Fasilitasi tersebut menjadi salah satu aspirasi untuk mendukung akses layanan bagi penyandang disabilitas psikososial.

Anggota lainnya, Fendi, membagikan pengalaman mengenai dukungan spiritual selama menjalani pemulihan. Selain tetap mengikuti pengobatan, ia merasakan ibadah sesuai keyakinannya menjadi sumber ketenangan dan kekuatan dalam keseharian.

Manfaat kegiatan kelompok juga dirasakan keluarga pendamping atau caregiver. Eny, pendamping dari Padukuhan Tiyasan, menyampaikan bahwa anaknya semakin berani berinteraksi dengan orang lain setelah mengikuti kegiatan SHG.

Saya bersyukur anak saya semakin berani berinteraksi dengan orang lain. Perubahan ini juga memberi kami semangat sebagai keluarga untuk terus mendampingi,”* ungkap Eny.

Pengalaman serupa disampaikan Asih, yang melihat anaknya lebih bersemangat dan bahagia sejak aktif mengikuti berbagai kegiatan SHG KAK DEWA.

Sementara itu, Fatimah, pendamping dari Padukuhan Pringwulung, merasakan tumbuhnya semangat untuk mengembangkan aktivitas produktif, salah satunya melalui keterampilan merajut.

Fatimah juga menyampaikan kendala yang pernah dihadapi keluarganya dalam memenuhi kebutuhan obat. Menurut penuturannya, penyesuaian dosis oleh dokter di tengah periode pengobatan bulanan pernah membuat keluarga harus membeli obat secara mandiri sebelum jadwal pengambilan berikutnya.

Ia berharap kesinambungan akses pengobatan semakin diperhatikan agar proses pemulihan berjalan dengan baik dan beban keluarga berkurang.

Dari unsur kader, Menik Trisnaji menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan melalui komunikasi, dukungan emosional, dan kegiatan keterampilan bersama anggota. Salah satu kegiatan yang sedang direncanakan ialah praktik membuat donat untuk menumbuhkan semangat belajar dan berkarya.

*Kami ingin terus mendampingi dan memberikan semangat agar teman-teman memiliki kesempatan untuk belajar, berkarya, dan semakin percaya diri,”* kata Menik.

Pada penghujung pertemuan, pengelola Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Depok II, Bernadeta Dewintasari, A.Md.Kep., mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam menjaga keberlangsungan kelompok.

Keberlangsungan SHG KAK DEWA merupakan hasil dukungan bersama anggota, keluarga, kader, pemerintah kalurahan, dan tenaga kesehatan. Kebersamaan ini perlu terus kita jaga untuk mendukung pemulihan dan kemandirian anggota,”* ujar Bernadeta.

Ia berharap SHG KAK DEWA dapat menginspirasi ODDP dan keluarga lainnya untuk aktif mengikuti kegiatan pemulihan, mengembangkan kemampuan, serta membangun hubungan sosial.

Bernadeta juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Condongcatur dalam pengembangan Kalurahan Siaga Sehat Jiwa.

*"Kami berharap kerja sama ini semakin kuat dalam pengembangan Kalurahan Siaga Sehat Jiwa, sehingga pendampingan dapat berjalan lebih terkoordinasi dan berkelanjutan,”jelasnya

Penguatan jejaring kesehatan jiwa sebelumnya dilakukan melalui sosialisasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) di Condongcatur pada 25 September 2026. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Keputusan Panewu Depok Nomor 016/KPTS/VII/2026 tertanggal 20 Juli 2026, dengan arah penguatan koordinasi hingga tingkat padukuhan.

Melalui refleksi ini, pengalaman anggota dan keluarga menjadi masukan bagi pendampingan berikutnya. Pengurus dan pendamping berharap dukungan masyarakat semakin luas, sehingga penyandang disabilitas psikososial memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, membangun kemandirian, dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Pungkas:Bernadeta(Tyo)
© Copyright 2022 - jogja.expost.co.id