Breaking News

Industri Transportasi Online Di Indonesia Kembali Mendapat Warna Baru

Berangkat dari Yogyakarta, IndoDrive mulai membangun ekosistemnya dengan melibatkan masyarakat 

Jogja.Expost.co.id. YOGYAKARTA. Industri transportasi online di Indonesia kembali mendapat warna baru dengan hadirnya IndoDrive, aplikasi transportasi online yang membawa gagasan untuk membangun ekosistem transportasi yang lebih transparan, tarif yang terjangkau bagi masyarakat, sekaligus memberikan peluang penghasilan yang lebih baik bagi para pengemudi.

Berangkat dari Yogyakarta, IndoDrive mulai membangun ekosistemnya dengan melibatkan masyarakat pengguna dan para pengemudi dalam pembahasan mengenai arah layanan, termasuk persoalan tarif.

Langkah tersebut diwujudkan melalui Forum Kesepakatan Tarif yang digelar di Bale Merapi, Sleman, Yogyakarta,  Forum ini menjadi ruang dialog bersama masyarakat pengguna aplikasi IndoDrive yang diwakili oleh unsur mahasiswa, driver, serta Ketua DPD Oraski DIY.

Piblic Relation IndoDrive Yogyakarta, Julias Pakpahan atau yang akrab disapa Joe, mengatakan forum tersebut digelar karena IndoDrive tidak ingin menentukan kebijakan tarif hanya dari satu sisi.

Menurutnya, driver memiliki kebutuhan dan pertimbangan sendiri, sementara masyarakat pengguna juga memiliki kemampuan serta kebutuhan yang harus diperhatikan.

“Kami tidak ingin menentukan semuanya secara sepihak. Driver punya kebutuhan, customer juga punya kemampuan dan kebutuhan. Jadi keduanya harus didengarkan. Kita cari titik temu yang adil dan bisa diterima bersama,” ujar Joe.:Senin:19/10/2026

Joe menjelaskan, Yogyakarta dipilih sebagai salah satu titik awal karena memiliki karakter masyarakat yang beragam, khususnya sebagai kota pendidikan dengan jumlah mahasiswa dari berbagai daerah.

Model dialog tersebut nantinya diharapkan dapat dikembangkan ke daerah lainnya dengan mempertimbangkan karakteristik dan kondisi masing-masing wilayah.

Joe mengatakan, kehadiran IndoDrive berangkat dari keinginan menghadirkan alternatif dalam industri transportasi online.

Menurutnya, tarif yang terjangkau bagi masyarakat harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan driver. Karena itu, persoalan transportasi online tidak cukup hanya dilihat dari sisi harga yang dibayar pengguna, tetapi juga dari sisi penghasilan yang diterima pengemudi.

“IndoDrive ingin membedah sistem agar lebih manusiawi. Kalau kita bisa memberikan harga yang lebih terjangkau kepada masyarakat, tentu itu bagus. Tapi di sisi lain, driver juga harus mendapatkan manfaat yang lebih baik. Kalau hanya murah untuk customer tetapi driver tidak mendapatkan keuntungan yang layak, tentu tidak akan berjalan dengan baik,” jelas Joe.

Ia menambahkan, IndoDrive ingin membangun sistem yang sederhana, transparan, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

“Tidak perlu terlalu rumit. Yang penting sistemnya jelas, transparan, mengikuti regulasi yang berlaku, dan memberikan manfaat bagi kedua pihak. Pertanyaannya sederhana, apakah bisa memberikan tarif yang wajar kepada customer sekaligus memberikan peluang penghasilan yang lebih baik kepada driver?” tegas Joe.

Salah satu konsep yang dibawa IndoDrive adalah tidak adanya potongan dari penghasilan driver untuk setiap perjalanan.

Dalam konsep tersebut, pembayaran perjalanan dilakukan langsung oleh customer kepada driver. Dengan demikian, penghasilan dari perjalanan menjadi hak driver sesuai dengan tarif yang berlaku.

IndoDrive menggunakan konsep biaya berlangganan, bukan mengambil bagian dari setiap perjalanan yang dilakukan driver.

Untuk saat ini, biaya berlangganan masih diberikan secara gratis dalam tahap pengembangan ekosistem. Ketika terdapat order, driver dapat langsung menjalankan order tersebut dan memperoleh penghasilan dari perjalanan yang dilakukan.

Ke depan, IndoDrive menyiapkan mekanisme biaya berlangganan berdasarkan masa penggunaan layanan. Konsep tersebut dirancang agar pendapatan driver tidak terus berkurang karena potongan pada setiap perjalanan.

Menurut Joe, prinsip tersebut merupakan bagian penting dari upaya IndoDrive membangun hubungan jangka panjang dengan para driver.

“Bagi kami, yang penting bukan sekadar berapa banyak driver yang bergabung. Yang lebih penting adalah driver mendapatkan order, pulang membawa penghasilan, dan penghasilan itu bisa digunakan untuk kebutuhan keluarganya,” katanya.

Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi menjadi bagian penting agar perkembangan transportasi online dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan.

IndoDrive juga membuka kesempatan bagi para pengemudi yang ingin bergabung dan mencoba membangun ekosistem transportasi dengan konsep yang berbeda.

Joe mengatakan, IndoDrive terbuka bagi driver yang ingin mencari alternatif dan menjadi bagian dari perkembangan platform tersebut.

“Kami membuka pintu bagi para pengemudi yang ingin mencoba sistem baru dan mencari alternatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Yang kami bangun bukan sekadar aplikasi, tetapi ekosistem bersama,” ujarnya.

Yogyakarta sebagai kota pendidikan juga menjadi salah satu alasan mahasiswa dilibatkan dalam forum IndoDrive.
Mahasiswa dinilai memiliki mobilitas tinggi dan menjadi salah satu kelompok masyarakat yang cukup sensitif terhadap perubahan biaya hidup serta tarif transportasi.

Kanzha, salah satu perwakilan mahasiswa, menilai kehadiran IndoDrive dapat menjadi alternatif bagi mahasiswa apabila tarif yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kemampuan mereka.

“Kami merasa IndoDrive sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang memang perlu diperhatikan. Kalau harga yang diterapkan sesuai dengan kemampuan kantong mahasiswa di Jogja, tentu kami sangat terbantu. Yogyakarta juga merupakan miniatur Indonesia karena mahasiswa dari berbagai daerah ada di sini,” ujar Khanza.

Menurut Khanza, persoalan tarif tidak seharusnya hanya dilihat dari sisi pengguna.

“Kami membutuhkan aplikasi yang tidak hanya memberikan harga yang terjangkau, tetapi juga tetap memperhatikan kehidupan dan kesejahteraan driver,” tambahnya.

Dari unsur komunitas driver, Agus Arianto, yang juga merupakan Ketua DPD Oraski DIY, menilai bahwa kemudahan, transparansi, dan kepastian penghasilan menjadi hal penting dalam perkembangan transportasi online di era digital.

Menurut Agus, masyarakat membutuhkan layanan yang praktis dengan struktur biaya yang mudah dipahami. Pada saat yang sama, driver juga membutuhkan sistem yang memberikan ruang untuk memperoleh penghasilan yang sehat.

“Kalau ada layanan yang praktis, tarifnya wajar, dan biaya yang dikenakan kepada pengguna dapat terlihat dengan jelas, tentu masyarakat akan lebih mudah menerima. Yang paling penting, semuanya tetap berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Agus.

Agus juga berharap suara para driver dapat menjadi bagian dari pertimbangan dalam penyusunan maupun evaluasi kebijakan transportasi online ke depan.

Menurutnya, regulasi yang baik bukan hanya menciptakan ketertiban dalam industri, tetapi juga perlu melihat kondisi nyata para pengemudi yang menjadi bagian penting dari ekosistem transportasi.

“Pada akhirnya driver juga manusia yang memiliki keluarga dan kebutuhan hidup. Karena itu, kebijakan yang dibuat kita harapkan dapat melihat kondisi nyata di lapangan dan tetap memberikan ruang bagi driver untuk mendapatkan penghasilan yang layak,” tambah Agus.

Ke depan, IndoDrive juga menyiapkan pengembangan berbagai layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk layanan untuk kelompok difabel, pekerja dengan jam kerja tertentu, serta kebutuhan mobilitas masyarakat lainnya.

Forum Kesepakatan Tarif di Bale Merapi menjadi langkah awal IndoDrive dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan masyarakat.

Masyarakat pengguna aplikasi IndoDrive dalam forum tersebut diwakili oleh unsur mahasiswa, driver, dan Ketua DPD Oraski DIY. Masing-masing membawa perspektif yang berbeda mengenai tarif, kebutuhan pengguna, kondisi driver, serta perkembangan transportasi online di lapangan.

Bagi IndoDrive, forum tersebut bukan sekadar membahas angka tarif, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang terbuka antara pengguna dan pengemudi.

IndoDrive ingin agar pembahasan mengenai tarif ke depan dapat mempertimbangkan kemampuan masyarakat, kebutuhan driver, karakteristik masing-masing daerah, serta regulasi yang berlaku.

Dari Yogyakarta, IndoDrive ingin membawa model dialog tersebut ke berbagai daerah lainnya. Bukan menentukan semuanya secara sepihak, tetapi mendengarkan suara masyarakat dan driver untuk mencari titik temu yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.

Pada akhirnya, IndoDrive ingin menawarkan lebih dari sekadar aplikasi transportasi online: sebuah ekosistem yang mempertemukan kebutuhan masyarakat akan transportasi dengan kebutuhan driver untuk mendapatkan penghasilan yang layak.

Dari Yogyakarta, perubahan itu dimulai melalui dialog, keterbukaan, dan kemauan untuk tumbuh bersama.

“Kami ingin driver berkembang, customer juga berkembang. Kalau ekosistemnya sehat, order akan semakin tumbuh dan IndoDrive bisa berkembang bersama masyarakat,” pungkasnya. (Tyo)
© Copyright 2022 - jogja.expost.co.id