Breaking News

Masuk Tiga Besar GISA Award 2026, Kapanewon Depok Andalkan Lima Inovasi Adminduk

 
(Disdukcapil) Kabupaten Sleman melakukan kunjungan lapangan ke Kantor Kapanewon Depok

Jogja.Expost.co.id Kapanewon Depok masuk tiga besar nominator Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) Award Kabupaten Sleman 2026 kategori Kapanewon A, bersama Kapanewon Godean dan Ngaglik. Capaian ini didukung lima inovasi pelayanan administrasi kependudukan yang dikembangkan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap dokumen kependudukan.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman melakukan kunjungan lapangan ke Kantor Kapanewon Depok, Senin (12/10/2026), untuk memverifikasi dokumen pendukung dan memastikan pelaksanaan program sesuai dengan hasil penilaian administrasi.

Kepala Disdukcapil Sleman, Drs. Arifin, M.Laws., mengapresiasi upaya Kapanewon Depok dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Menurut dia, data kependudukan yang akurat dan mutakhir menjadi dasar penting bagi berbagai layanan publik, mulai dari pendidikan dan kesehatan hingga perlindungan sosial.

Arifin juga mendorong percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk memperbarui data ketika terjadi perubahan. Aparatur pemerintah, termasuk di tingkat kalurahan, diharapkan menjadi teladan dalam mewujudkan tertib administrasi kependudukan.

Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung, S.Kom., menjelaskan bahwa lima inovasi yang menjadi andalan meliputi **KADO UNTUK DILAN** (Kelola dan Antar Dokumen untuk Difabel dan Lanjut Usia), **PEDULI DADI** (Pelayanan Adminduk Langsung Jadi Dapat Ditunggu), **SIPAKDE** (Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Terpadu Kapanewon Depok), **JEBOL TARGET** (Jemput Bola Pemutakhiran Data Kartu Keluarga dan KTP Elektronik), serta **JAKADARA** (Jaringan Kader Adminduk Depok agar Tertib dan Tertata).

Kelima inovasi tersebut menyasar percepatan pelayanan, kemudahan akses bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia, penguatan layanan digital, serta pemutakhiran data melalui pendekatan jemput bola dan kader administrasi kependudukan di Kalurahan Condongcatur, Caturtunggal, dan Maguwoharjo.

“Pelayanan tidak hanya menunggu warga datang ke kantor, tetapi juga kami dekatkan melalui jemput bola dan pendampingan kader di wilayah,” kata Benyamin.

Dalam kunjungan tersebut, tim evaluasi memeriksa dokumen pendukung, meninjau fasilitas pelayanan dan pengelolaan arsip, serta berdialog dengan petugas untuk mencocokkan bukti administrasi dengan pelaksanaan program di lapangan.

Berdasarkan Data Agregat Kependudukan Semester I 2026, jumlah penduduk Kapanewon Depok mencapai 128.361 jiwa. Tingginya mobilitas penduduk menjadi salah satu alasan perlunya pelayanan yang mudah dijangkau dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Masuknya Depok dalam tiga besar diharapkan menjadi dorongan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan memperkuat kesadaran warga akan pentingnya dokumen kependudukan yang lengkap dan mutakhir. Komitmen tersebut sejalan dengan motto Kapanewon Depok, “Ikhlas Ngelayani lan Ngerampungi”.Pungkas:
Benyamin(Tyo)
© Copyright 2022 - jogja.expost.co.id