Jogja Expost.co.id. Pelestarian budaya Nusantara dan pengetahuan pengobatan alternatif warisan leluhur menjadi fokus Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI). Komitmen tersebut mengemuka dalam pelantikan dan pengukuhan pengurus DPD & DPC FKPPAI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama tiga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Gedung DPD RI, Jalan Kusumanegara, Yogyakarta, Jumat (09/10/2026).
Ketua Umum DPP FKPPAI, Kisawung atau Mushlil Siregar, mengatakan organisasi tersebut berupaya menjaga kearifan lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Setiap daerah didorong memperkenalkan identitas budayanya, termasuk busana tradisional dan pengetahuan pengobatan alternatif yang diwariskan secara turun-temurun.
“Yang kami tanamkan kepada setiap DPD di seluruh Indonesia adalah misi pelestarian budaya Nusantara,” kata Kisawung.
Menurut dia, pengetahuan tradisional yang berkembang di masyarakat perlu dijaga agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya. Warisan tersebut mencakup beragam kearifan lokal, termasuk pemanfaatan jamu dan ramuan herbal.
Ketua DPD FKPPAI DIY, Rr. Ambar Harum, mengatakan pengukuhan pengurus menjadi langkah awal untuk memperkuat organisasi sekaligus membangun sinergi dengan berbagai kalangan, mulai dari budayawan hingga tenaga medis.
Ia berharap FKPPAI dapat berkontribusi dalam pelestarian budaya dan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat melalui pendekatan yang bertanggung jawab, tanpa mengabaikan peran tenaga medis.
Pengukuhan tersebut dihadiri budayawan, praktisi spiritual, komunitas lintas agama, serta perwakilan dari sejumlah daerah, termasuk Jawa Tengah, Surabaya, dan Jakarta.
Tiga kepengurusan cabang yang dikukuhkan meliputi DPC Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunungkidul. Sekretariat DPD FKPPAI DIY berada di kawasan Kotagede, Yogyakarta.
Ketua DPC FKPPAI Kota Yogyakarta periode 2026–2031, Irsyam Sigit Wibowo, mengatakan keterlibatannya dalam organisasi tersebut menjadi kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai hubungan kebudayaan, spiritualitas, dan pemberdayaan masyarakat.
Ia berharap kepengurusan DPC Kota Yogyakarta dapat bersinergi dengan komunitas budaya dan berbagai elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal.
Irsyam juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis dan ketenangan batin. Dalam proses pembelajaran dan pengalamannya, ia mendapat bimbingan dari mentornya, Wage, yang memiliki pengalaman mendampingi orang-orang dengan gangguan kesehatan jiwa di Gunungkidul.
Menurut Irsyam, kepedulian terhadap sesama tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi psikologis.
“Selain kebutuhan fisik dan biologis, kondisi psikologis juga perlu diperhatikan. Salah satunya melalui pendampingan spiritual,” ujarnya.
Ia menilai pendampingan spiritual dapat menjadi salah satu bentuk dukungan untuk membantu seseorang menemukan ketenangan batin. Namun, pendekatan tersebut perlu berjalan berdampingan dengan penanganan medis dan psikologis profesional sesuai kebutuhan.
Adapun susunan pengurus DPC FKPPAI Kota Yogyakarta masa bakti 2026–2031 terdiri atas Irsyam Sigit Wibowo sebagai ketua, Rubi sebagai wakil ketua, Sulistiono sebagai sekretaris, dan Eko Priyanto sebagai bendahara.
Setelah pelantikan dan pengukuhan, pengurus FKPPAI DIY berencana menyusun sejumlah program kegiatan. Salah satunya adalah pendelegasian dalam kegiatan Labuhan Segoro Kidul di Kabupaten Kulon Progo.
Melalui kepengurusan baru ini, FKPPAI DIY berharap dapat memperkuat pelestarian budaya, menjaga pengetahuan tradisional, serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak. Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar merawat warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Rr. Ambar Harum menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum DPP FKPPAI Kisawung, perwakilan Pemerintah Kota Yogyakarta, KPH Nurdiantoro Darmaningrat, perwakilan Polda DIY, pengelola Gedung DPD RI, Bunda Yani Saptobudoyo, komunitas lintas agama, pelaku spiritual dan budaya, DPD FKPPAI Jawa Tengah, STAK DIY, serta seluruh keluarga besar FKPPAI se-DIY dan tamu undangan yang hadir.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila pelaksanaan kegiatan masih memiliki kekurangan.
“Panjenengan semua adalah kekuatan bagi kami,” ujarnya, seraya mengajak seluruh pengurus menjaga sikap *eling lan waspada, andap asor lan tepa selira* dalam menjalankan organisasi.Pungkas:Harum(Tyo)


Social Header